Entrepreneurship Slamet Oetoyo


            Pengerjaan cover buku entrepreneurship Slamet Oetoyo selaku Komisaris Utama PT. Refindo Intiselaras Indonesia menggunakan konsep lighting ¾ (posisi 45 derajat) dan back light. Konsep backlight memberi karakteristik tidak hanya membentuk rim light tapi juga menghasilan dimensi bayangan pada produk rock bolt.
            Posisi lighting menentukan karakteristik cahaya. Konsep dasar peletakan strobe light dan flash bergantung karakter cahaya yang hendak ditampilkan. Lampu studio atau strobe light disebut juga artificial lighting. Artificial lighting yang paling sederhana menggunakan satu lampu strobe/flash. Pengembangannya bisa memanfaatkan satu lighting dengan menambahkan reflektor untuk mengurangi bayangan (sebagai fill in), tapi tidak menghilangkan bayangan. Penggunaan reflektor bertujuan tetap menampakkan dimensi bayangan tersebut. Intinya, terdapat main light (sumber cahaya utama) dan reflektor sebagai fill in light. Untuk pemotretan kali ini tidak menggunakan reflector, tapi menggunakan dua lighting posisi 45 derajat, kiri dan kanan. Keduanya menggunakan intensitas berbeda, dengan salah satu lighting sebagai fill in light.
            Posisi subjek, Slamet Oetoyo menghadap depan, maka tidak memberi karakter board light maupun short light. Apabila wajah mengarah kesamping, sedangkan cahaya dari belakang lebih besar daripada cahaya depan, maka muncul lah karakter short light. Penggunaan satu lighting itu melahirkan short light dan board light. Posisi lighting tergantung diletakkan di belakang atau di depan. Karakter short light lebih menampilkan sisi gelap pada wajah samping depan. Cahaya tersebut dibentuk dari sinar yang sedikit mengenai wajah subjek dengan menggunakan snoot maupun barndoor. Bagian gelap di wajah ditampilkan lebih banyak. Posisi wajah tidak persis ke depan kamera, melainkan menyamping ke kanan kamera.
            Short light pada hakikatnya dapat menghasilkan foto low key. Warna gelap mendominasi seluruh bingkai foto meski lebih banyak foto low key yang dihasilkan oleh cahaya siluet. Sebaliknya foto broad light tidak menghasilkan konsep high key. Yaitu, ada dominasi warna putih pada hampir seluruh bingkai foto. Board light dibentuk ketika cahaya dari depan mengenai wajah samping dari sisi kiri  atau kanan Jadi, cahaya yang mengenai wajah lebih banyak.
            Apabila wajah tepat mengarah di depan kamera dan cahaya datang dari arah 90 derajat (side light), akan terbentuk split light. Separo bagian wajah menjadi gelap. Kadang tidak semua orang menyukai cahaya separo gelap dan separo terang pada wajah. Apalagi, orang awam yang tidak mengerti fotografi, khususnya arah cahaya. Ada customer yang protes, karena wajahnya menjadi separo gelap dan separo terang. Alasannya, ia justru lebih jelek. Padahal, kadangkala fotografer bereksperiman dengan  side lighting.
            Cara lain pengaturan letak cahaya, gunakan dua lighting dengan kombinasi softbox dan payung. Bisa juga digunakan softbox dengan softbox maupun payung dengan payung. Jarak antara flash/stobe dan subjek yang berbeda diatur untuk mendapatkan bayangan sekaligus dimensi. 
Lighting yang satu berada pada posisi 45 derajat dan yang lain 225 derajat. Itu menjadi posisi yang paling sering digunakan oleh fotografer. Konsep ini lah yang digunakan dalam memotret Komisaris Utama PT. Refindo. Sebab, posisi tersebut saling meniadakan bayangan. Yang perlu diperhatikan, dua posisi itu memberikan bayangan garis di bawah pipi. Itu bisa dikurangi dengan meletakkan lighting pada jarak yang tidak sama. Dua lighting ditempatkan persis di depan subjek yang difoto. Foto tersebut menampilkan tidak banyak bayangan maupun dimensi sehingga kulit subjek menjadi lebih lembut. 
            Dengan tiga lighting, dapat diatur posisi flash pada 45 derajat dan 225 derajat. Di belakangnya, diberikan cahaya yang menerangi rambut sehingga membentuk hair light. Kebanyakan hair light dengan bentuk rim light menggunakan snoot maupun barndoor
Fungsi barndoor adalah mengatur luas cahaya yang mengenai subjek. Intensitas cahaya yang keluar dari assesoris Barndoor diatur lebih kecil, sehingga tidak terlalu mengalahkan main light yang diletakkan di depan. Pada pemotretan ini tidak menggunakan tambahan lighting untuk memberi efek terang di background. Justru dibiarkan gelap.
            Tingginya posisi strobe/flash memberikan perbedaan karakter cahaya. Misalnya, bila strobe/flash persis di depan subjek, lighting dikenal sebagai front light. Namun, jika strobe diangkat 1 meter di atas kepala fotografer pada posisi yang sama, lighting itu dikenal dengan butterfly
Cahaya butterfly punya karakter bayangan yang membentuk kupu-kupu di bawah hidung. Cahaya tersebut lebih tepat digunakan untuk wajah yang mempunyai hidung mancung. Selain itu, karakter cahaya front memberikan dimensi bayangan yang tidak terlalu banyak. Itu lebih cocok untuk wajah yang berjerawat maupun yang tak halus.  Dipilih lah penggunakan dua lighting posisi di depan kiri dan kanan membentuk sudut 45 derajat dengan intensitas berbeda. Posisi lighting dinaikkan lebih tinggi daripada tinggi sosok Slamet Oetoyo.




Post a Comment

0 Comments