ASTROFOTOGRAFI


Apabila dikutip dari Wikipedia, Astrofotografi adalah sebuah jenis khusus dari fotografi yang memerlukan gambar pencatatan objek astronomi dan daerah besar di langit malam. Bentuk fotografi ini telah membawakan revolusi pada bidang penelitian astronomi profesional karena memungkinkan ilmuwan untuk merekam jutaan bintang baru dan nebula yang sebelumnya tidak terlihat oleh mata manusia. Dengan terungkapnya misteri tata surya secara perlahan-lahan,  Sebenarnya Genre astrofotografi sudah dilakukan sejak lama. Diawali tahun 1839, Louis Jacques Mande Daguerre memotret bulan untuk pertama kali dan menjadi pemotret astrofotografi pertama di dunia. Gambar yang dihasilkan itu, hanya berupa suatu tempat yang tidak jelas, dengan latar belakang gelap karena kesalahan pelacakan pada teleskop yang digunakan. Memasuki abad ke-19, dimana teknologi yang sudah semakin berkembang dan memungkinkan untuk membuat fotografi bintang yang lebih detail, Teknik foto ini telah diadopsi khususnya oleh para ilmuwan astronomi dan fotografer profesional.
Dengan terungkapnya misteri tata surya secara perlahan-lahan, tidak mengejutkan lagi bagi fotografer, profesional maupun amatir – untuk menguasai jenis fotografi ini dengan cepat. Dan langit sendiri memiliki kemungkinan formasi yang tak terbatas untuk pemotretan. Genre astrofotografi dibagi menjadi dua jenis, yaitu Wide FieldAstrophotography(astrofotografi luas) dan Time-lapseAstrophotography(astrofotografi selang waktu).
Astrofotografi Luas (Wide Field) merupakan jenis astrofotografi ini paling populer di kalangan fotografer dan dipotret melalui DSLR dengan lensa sudut lebar. Fotografi ini biasanya menggambarkan langit berbintang atau jejak bintang di atas sebuah pemandangan. Ketika melakukan pemotretan astrofotografi, mempersiapkan waktu yang cukup karena memerlukan banyak waktu. Mencari tempat tidak terlalu banyak polusi cahaya, menentukan saat bulan mati. Menggunakan mode bulb(yang memungkinkan untuk mencapai kecepatan shutter lebih lama atau biarkan bukaan (aperture) terbuka untuk waktu puluhan menit.
Astrofotografi selang waktu (Time-lapse), mirip dengan astrofotografi luas, perbedaan satu-satunya yaitu fotografer akan mengombinasikan beberapa gambar dari eksposur yang berbeda ke dalam satu video atau satu gambar. Jika Anda ingin mencoba fotografi selang waktu, Anda akan memerlukan sebuah intervalometer. Alat ini adalah suatu pemicu kamera otomatis yang terprogram, membuat fotografer memotret ratusan gambar pada interval waktu tertentu dan mengatur jarak eksposur. Ketika menggunakan perangkat ini, pastikan waktu yang cukup antar pemotretan pada kamera untuk memasukkan gambar ke dalam kartu memori, 5 detik merupakan jangka waktu yang pas. (teo, 2017)
Fotografer yang terkenal pada genre ini ini ialah László Francsics, fotografer asal Hungaria yang memenangkan kategori Astronomy photographer of the year 2019. Selain itu, terdapat nama-nama fotografer lain yang masuk nominasi penghargaan yang sama namun kategori yang berbeda, antara lain: Ignacio Diaz Bobillo, Tom Mogford, Ross Clark, Nicolai Brugger, dan sebagainya. (Fidler, 2019)

Jodie Raihan Zufarriq 
Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Airlangga, Surabaya. Matakuliah Fotografi 2020
Dosen: Dr. Yoeyoeng Abdi, S.Si., M.Med.Kom & Irfan Wahyudi, S.Sos. M.Comms., Ph.D.

References

Fidler, M. (2019, september). Astronomy Photographer of the Year 2019 – winning images. Retrieved from theguardian.comhttps://www.theguardian.com/science/gallery/2019/sep/13/astronomy-photographer-of-the-year-2019-winning-images

teo, M. (2017, january 17). Pengenalan terhadap Astrofotografi - Panduan bagi Pemula. Retrieved from snapshot.canon-asia.comhttps://snapshot.canon-asia.com/indonesia/article/id/introduction-to-astrophotography-a-beginners-guide

Post a Comment

0 Comments