Cerita Lomba Foto di Desa Terpencil Guyangan, Kabupaten Probolinggo


Berawal dari pesan whatsappsdari mas Tatok seketaris Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Kamis, 14 November 2019. Bersama tim, ia ngin memperkenalkan desa wisata Guyangan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Saya langsung searching desa Guyangan itu. Namun, yang keluar justru lokalisasi Guyangan, Nganjuk. Sempat tertawa. Namun, setelah saya kasih nama depan air terjun Guyangan, Probolinggo. Lantas muncul pesona air terjun dewi rengganis dan air terjun Jaran Goyang. Sebenarnya, desa ini dikenal sebagai desa wisata agro durian dan apukat. Rencananya memang akan dijadikan wisata agro. Intinya, ingin mengadakan lomba foto untuk memperkenalkan desa ini. Tujuannya agar apa yang dimiliki desa ini meskipun terpencil bisa dikenal orang. lokasinya memang jauh dari kota Probolinggo sendiri. Saya belum bisa memastikan apakah, yang ikut lomba ini akan banyak. Tapi pokdarwis (kelompok sadar wisata) di sana, penuh semangat.





Senin, 18 November 2019, bertemu di Tunjungan Plaza Surabaya. Membicarakan tentang keinginan mengadakan lomba foto. Selain mas Tatok, hadir juga mas Eko Sumartopo dan pak Widodo. Membicarakan genre foto yang dilombakan dan berapa hadiahnya. “Kalau hadiahnya kecil, orang gak akan mau datang,” tegas saya. Apa yang membedakan dengan desa lain? Keunggulannya nyunggi susu, susu kemasan, Jus pinang (jambe), home industry, sangria kopi, duren, apukat, manggis nasi bakar. Itu semua, secara visual belum menarik, bila tidak disajikan secara menarik. Akhirnya kita harus datang ke desa Guyangan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur untuk memetakan sekaligus merumuskan lomba yang tepat. Rabu, 20 November 2019, kita mengunjungi desa itu. Perjalanan 1,5 jam dari Surabaya hingga tol Probolinggo Timur. Dari luar tol ke desa Guyangan sekitar 1 jam, mengikuti jalan desa, sempit. Di pinggir sungai, masih banyak orang dan anak mandi. Memang jauh. Saya tidak bisa membayangkan apakah peserta lomba foto nantinya akan mau mengikuti lomba ini. Apalagi jalan menuju desa Guyangannya masih belum jadi. Tetap sepakat untuk diselenggarakan lomba dengan merumuskan beberapa kendala dan aturannya. Ditetapkan lombanya 15 Desember 2019. Agar pendaftar tidak hanya mendaftar, maka kami ikat dengan membayar hanya 30 ribu rupih. Itu pun sebenarnya untuk mengganti ongkos kaos, meski rugi.Ketika saya umumkan lewat Instagram, ternyata detik itu pula yang daftar langsung 5 orang. Luar biasa. Hingga total pesertanya mencapai 150 orang. Itu di luar dugaan. 

Saya selalu mengucapkan terima kasih, yang saya ulangi terus, terhadap teman-teman lomba foto. Terus terang untuk mencapai lokasi ini begitu berat. Ini daerah yang tidak mudah dijangkau. Ini demi, desa kecil, terpencil. Tapi mereka ingin dikenal. 


“Foto aku, kenalkan desaku”
Lomba foto wisata desa Guyangan, Probolinggo 
Minggu, tanggal 15 Desember 2019
09.00-selesai

Lomba foto di lokasi Desa Duyangan, letaknya di Kecamatan Krucil, Probolinggo. Masyarakat punya semangat luar biasa untuk dikenal. Kepala desa mengajak pecinta foto untuk datang memotret, sekaligus mengikuti lomba foto dan memperkenalkan desa ini sebagai tempat wisata. Desa Guyangan memiliki 3 air terjun, sekaligus kebun apukat, kebun durian, manggis, pembuat sangrai kopi, produksi susu perah. 

Minggu, tanggal 15 Desember 2019
Registrasi dibuka 07.00-14.00
Lomba foto dimulai 09.00-15.00
Pengumpulan 15.00-16.00
Penjurian jam 16.00-17.00
Pengumuman pemenang 17.00

Juri foto
Dr. Yuyung Abdi
Eko Sumartopo

Juara 1 mendapatkan 3 jt
Juara 2 mendapatkan 2 jt
Juara 3 mendapatkan 1 jt
10 juara nominasi masing-masing dapat 500 ribu
3 juara favorit di instagram masing-masing mendapatkan 500 ribu

Pendaftaran/contact person
Ivu fajar 081214255559
Biaya pendaftaran 30 ribu, mendapatkan kaos gratis untuk 100 pendaftar. 
Transfer rek BCA 1771591847 atas nama Novika Eirine

Kontak warga desa
As’ad 082260031462
Hasan Basri 082139209881

Keterangan Lomba:
Bagi yang ingin datang di hari Sabtu, sehari sebelum acara. Biaya parkir mobil cuma 5 ribu, motor 2 ribu. Bila menginap di rumah warga cuman bayar 100 ribu disediakan 3 kali makan.
Lomba foto ini bebas memotret apapun yang berkaitan dengan wisata, yakni alam, human interest, model wisata, produk UMKM, makro fotografi. Human interest meliputi aktifitas Sangrai kopi (goreng kopi tanpa minyak), Pemanen apukat dll.

Panitia menyediakan model (duta wisata) dg kostum tradisonal, travelling, maupun kasual. Serta menyedia talent dua anak-anak salto & perenang alam. Fotografer juga boleh membawa talent (model) sendiri. Di lokasi air terjun Dewi Rengganis dan jaran goyong (berdekatan) terdapat dua kolam renang alami. Dapat dibuat pose model berenang dan salto. 


Peserta dibebaskan memilih lokasi yang disukai untuk difoto. Mengirimkan maksimal 3 foto. Titik kumpul acara di kafe kebun 99 (Kebun tamanan). Jarak antara titik kumpul ke air terjun sekitar 500 meter. Akses menuju air terjun sangat mudah, berupa jalan beton.
“Foto aku, kenalkan desaku”
Lomba foto wisata desa Guyangan, Probolinggo, Minggu Tgl 15 Desember 2019
Juri foto Dr. Yuyung Abdi & Eko Sumartopo

Para pemenang lomba foto: 
Juara 1: Irvan Sodiq Probolinggo
Juara 2: Jamal Eko Lumajang 
Juara 3: Hendy Hiemawan Banyuwangi
Nominasi 1 Nur Fitra Fajar
Nominasi 2 Ahfad
Nominasi 3 M. Nafiq Mundzir
Nominasi 4 M. Fathor Rozi
Nominasi 5 Raissa Yasmine
Nominasi 6 Yayok Koeworo
Nominasi 7 Pranto Puji
Nominasi 8 Rismiyanto
Nominasi 9 Devi Lesaldo
Nominasi 10 Aini Izzata

Juara 1 dapat 3 juta
Juara 2 dapat 2 juta
Juara 3 dapat 1 juta
10 nominasi masing2 mendapatkan 500 ribu

juara 1

juara 2

juara 3
NOMINASI 












Jangan lupa lomba foto instagram desa guyangan, Probolinggo ya. Metion & hastag

#desaguyanganproblinggo
#endlessprobolinggo
#disporaparbud
@yuyungabdi
@explore_guyangan

Ada tiga pemenang sebagai kelanjutan lomba foto wisata desa guyangan. Masing-masing mendapatkan 500 ribu.

Post a Comment

0 Comments