Memotret Irman Yasin Limpo (None) untuk pemilihan walikota makasar 2020-2015


            Pemilihan walikota Makassar, September 2020 semakin dekat. Gairah kandidat mulai bermunculan. Para relawan, tim sukses mulai terbentuk, tim survei mulai memetakan. Para kontestan berlomba-lomba menampilkan diri untuk dikenal maupun dipinang. Partai politik pun reaktif dalam perhelatan ini. Aksi show offperlahan-lahan mengerucut. Penampilan orang per orang, digantikan pasangan. Komunikasi politik muncul untuk menjebatani kandidat, partai dan pemilih. 
            Peta kekuatan dinasti birokrat, politik, kekusaaan dan pengusaha di Makassar dibagi jadi tiga besar. Yakni Klan Yasin Limpo, Klan Yusuf Kalla, Klan Nurdin Halid. Dalam pemilihan walikota, biasanya klan ini terlibat/ikut serta atau tidak. Namun, ada beberapa calon walikota Makassar yang tidak punya klan politik atau birokrasi juga ikut dalam ajang pemilihan walikota ini.  





            Masyarakat Makassar masih menghormati mantan walikota Ilham Arif Sirajuddin (IAS). Ia merupakan Wali Kota Makassar dua periode 2004-2014. Kini, IAS jadi sesepuh kota Makassar. Sejumlah calon selalu sowan (berkunjung) kepada IAS untuk silaturami ataupun meminta restu maju dalam pilwali Makassar. IAS sendiri tidak memiliki klan politik maupun birokrasi dalam keluarganya.  Kini AIS mulai membuat klan politik. Istri AIS telah menjadi anggota DPR RI. Namun, ketika ia mengusung istrinya jadi Walikota tahun 2015-2020, tentu perhitungannya tidak sederhana. Ia bakal meninggalkan DPR yang diraihnya dengan susah payah dan kembali mengoperasikan mesin politiknya. 
            Pemilihan walikota Makassar tergolong unik, penuh intrik, banyak melibatkan calon. Calon yang kalah tetap bertarung kembali. Syamsu Rizal dikenal deng Ical, sebagai kader Golkar. Ical awalnya sebagai kader Demokrat, lantas menyeberang ke Golkar. Ical dikenal sebagai anak buah IAS. Syamsu Rizal sebagai wakil walikota dengan Danny Pomanto sebagai walikota Makassar 2013-2018. Namun, dalam pemilihan walikota 2018-2023, pasangan ini tidak sepaham. Ical merasa ruang geraknya dibatasi Danny. Kedekatan Danny dengan pengusaha dalam beberapa kebijakan membuat pertentangan dengan Ical semakin melebar. Dalam pemilihan itu mereka berjalan sendiri-sendiri. 
            Danny dengan nama lengkap Mohammad Ramdhan Pomanto biasa dipanggil Danny Pomanto. Mencalonkan diri sebagai walikota 2018-2023 dengan jalur independen, tapi tidak ada kendaraan politik. Ini tidak lain disebabkan maneuver Appi (Munafri Arifuddin) dan tim sukses, sehingga 10 partai mendukungnya. Dalam perjalanan Pilkada Makassar, pasangan Danny Pomanto-Indra Mulyasari akhirnya terdiskualifikasi. Setelah tidak bisa menghadapi gugatan demi gugatan, mulai dari Bawaslu hingga ke tingkat Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) dari serangan tim Appi-Cicu (Andi Rachmatika Dewi). Drg Andi Rahmatika Dewi berlatar lulusan dokter gigi Universitas Hasanudin, Ketua dewan pimpinan daerah Partai Nasional Demokrat (DPD Partai Nasdem). Yang awalnya merupakan kader Golkar. Danny akhirnya tak bisa maju.
            Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi merupakan keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, adalah keponakan Yusuf Kalla. Appi sebagai CEO klub sepak bola PSM Makassar. Meskipun berhasil menjegal Dannya, dalam perhelatan pemilihan Walikota Makassar 2018, Appi rupanya kalah dengan kotak kosong. Padahal, semua rivalnya sudah disingkirkan, meskipun didukung 10 partai politik. 
            Sukriansyah Latief sebagai pemain baru dalam pemilihan walikota Makassar 2020. Berawal dari karier wartawan harian Fajar, maka kedekatan dengan Andi Amran Sulaiman, membawanya jadi staf khusus Menteri Pertanian. Di kabinet Joko Widodo-Amin Ma’ruf. Sukriansyah dijadikan staff khusus Wapres bidang infrastruktur dan investasi.


Saat Nurdin Halid menaikkan posisi Golkar, maka Golkar Berjaya di Makassar. Anak kedua Nurdin Halid H.A.M. Zunnun A. juga mencalonkan diri dalam pilwali Makassar 2020. 

            Sedangkan keluarga Yasin Limpo sebagai klan yang disegani masyarakat Makassar menduduki birokrat dan pendidikan. Irman Yasin Limpo akrab disapa None dan H. Haris Yasin Limpo akan maju dalam pemilihan walikota Makassar 2020. Irman Yasin Limpo adalah adik Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kabinet Jokowi II. Syahrul pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan 2008-2018. Pada tahun 2016, Irman Yasin Limpo menjabat Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan. None pun pernah mejadi Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Luwu Timur. Namun, ia dimutasi oleh Gubenur Nurdin Abdullah dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) ke posisi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, Sub Bidang Ekonomi. 
“Jangan pikir macam-macam” adalah kata-kata yang diucapkan kepada wartawan Makassar saat mempertanyakan kejanggalan mutasi itu. 
“Jangan pikir macam-macam” akhirnya jadi tag linekampanyenya. Majunya Irman Yasin Limpo pada pemilihan walikota Makassar 2020-2015 jadi perhitungan tiga pesaing lainnya, yakni Danny Pomanto (Danny), Munafri Arifuddin (Appi), serta Syamsu Rizal (Ical). None begitu disegani lawan politiknya, karena keunggulan dibanding kandidat lain. Untuk itu lah kami mem-brandingvisual sosok Irman Yasin Limpo (None). Kami ingin menampilkan profil visual yang berbeda dengan kandidat lain.

Post a Comment

0 Comments