Buka Tutup di Pinggir Jalan


Penjual jasa seks itu selalu hadir ketika ada hajatan besar. Misalnya, ketika ada sepak bola, konser music maupun festival.  Kedatangan mereka untuk memenuhi permintaan hasrat laki-laki yang lama meninggalkan tempat asal.  Namun di Indonesia, rapat kerja maupun symposium, tanpa dikomando, mereka datang berbondong.  Ini salah satu fenomena bagaimana saat World Cup South Africa 2010, kebanjiran penjual jasa seks. Sebagai sisi lain adanya acara besar. 

Fenonomen rostitusi jalanan (street prostituion) di Rosebank, Johannesburg, South Africa difoto dalam mobil, dengan iso 3200, bukaan f/3,2 kecepatan 1/20. Menggunakan lensa 70-200 mm. Ketika punya kamera dan lensa yg memiliki stabilizer, maka penggunaan Speed dibawah 1/125 tidak masalah.


Lighting mobil diposisikan pada lampu jauh sehingga bisa menerangi bagian tubuh perempuan itu. Tambahan lighting dari kendaraan lainnya membuat daerah sekitar tidak terlalu gelap. Lantaran menggunakan mobil VW golf, lighting agak ke bawah, maka pengambilannya pada jarak lebih jauh. Pemotretan ini harus cepat, karena menggunakan lampu dim terlalu lama, tentu menaruh curiga. Setelah beberapa kali tembakan, maka kamera salah letakkan ke bawah kursi

Yang menarik, setiap ada kendaraan yang mau menghampiri, maka dia membuka jas nya untuk dipertontonkan bagian tubuh sensitif. Ini upaya untuk menarik perhatian pengendara, agar berhenti. Ketika mobil kami berhenti, perempuan ini berupaya mendekat. Menawarkan kencan sekitar 300 ribu rupiah. Percakapan berlangsung sekitar 5 menit diselingi bahasa daerah yang saya tidak bergitu paham antara driver dengan penjual jasa seks. Untuk menyudahi percakapan driver kami menawarkan hal yang tidak masuk akal. Hebat....lah

Dr. Yuyung Abdi
Fotografer Profesional, Penulis Buku dan Dosen Pasca Sarjana

Post a Comment

0 Comments