Wisata Ke Negeri Tirai Bamboo 2


Satu Jam di Tembok China (2)WIsata Ke Negeri Tirai
Hari ke-2 wisata Go China, tanggal 1 Oktober 2019. Hari ini adalah hari Kemerdekaan China yang ke-70 tahun. Semua jalan akses ke Tiananmen ditutup untuk upacara kenegaraan. Orang-orang Beijing lebih memilih istirahat di rumah. Jalanan sepi. Tak ada kemacetan dan tak banyak pula pusat perbelanjaan yang buka. Di China libur selama 7 hari. Mulai tanggal 1-7 Oktober. Jadi ingat, 1 Oktober di Indonesia sebagai Hari Kesaktian Pancasila.


Sebab itu, berangkat ke tempat tujuan tidak terlalu pagi, sehingga masih punya banyak waktu santai dan makan pagi. Saat breakfast di tempat makan hotel. Makanan yang tersaji tidak banyak pilihan. Hanya ada bubur, nasi goreng, ketela rebus, potongan jagung rebus, telur rebus, sayuran dan makanan lain yang tidak seberapa saya kenal. Sayang tidak ada nasi putih. Sebenarnya bila ada nasi putih, cukup saya tambakan sambal dari Indonesia sudah enak. Ada bubur, tapi buburnya tidak seperti bubur di Indonesia. Lebih banyak kuahnya. Ya, terpaksa kali ini saya makan jagung rebus, kubis ungu dan dua telur rebus. Waktu itu ada nasi goreng, tapi setelah teman rombongan mencium. Ia bilang ada lard (minyak babi). 



Tujuan utama wisata hari ini adalah Tembok China atau Great Wall. Peninggalan bangunan mahakarya yang dimiliki  negeri ini kala dibangun dinasti Qin (Qin Shi Huang) diteruskan hingga dinaasti Han dan Ming. Sayangnya, sebelum ke lokasi wisata ini, kita diajak dulu berkunjung ke showroom obat tradisional China, pembuatan dan porses pembuatan batu giok sekaligus produk jadinya serta produk kesehatan. Berarti kesempatan mengunjungi tembok China sebenarnya hanya 1 jam saja. Betapa, waktu kita terbuang untuk mengunjungi ini. Tapi, kita tidak bisa menolak karena ini sudah jadi program mereka. Bila tidak diikuti, kena pinalti atau denda kepada mereka.  

Pukul 09.18-10.12 perjalanan menuju obat tradisional China. Kebetulan rombongan tur yang ikut sebagian besar orang tua. Tentu saja mereka sebagai potential buyer untuk beli obat tradisional. Sebelum menawarkan produk obat tradisional. Mereka dilayani dipijat kaki. Pekerja membawa ember berisi air untuk mencuci kaki dan memijatnya. Setelah itu diperiksa kesehatannya, Lantas ditawakan obat tradisonal china. Sebagian kaget karena harganya ada yang 15 juta, 20 juta atau bahkan 30 juta rupiah lebih. Dua jam lebih waktu kita di tempat obat tradisional China. Usai acara ini, masih ada pesan sponsor kedua, yakni pembuatan seni ukir batu giok. Perjalanan sekitar 40 menit. Di lokasi ini lebih banyak mendapat penjelasan, tidak ada traksaksi pembelian. Pukul 13.08-14.19, kita habiskan melihat pembuatan seni mengukir batu giok sekaligus makan siang di restoran tempat ini pula.


Berangkat ke The Great Wall, pukul 14.20 menuju ke arah utara. Perjalanan ditempuh sekitar 30 menit. Biro perjalanan lokal sudah merancang dalam satu kesatuan jalur. Tiba di lokasi parkir tembok China pada pukul 14.52 waktu setempat. Tentu saja, waktu lokasi wisata ini sangat terbatas, yakni 14.52-16.06. Begitu panjangnya tembok China, sekitar 21.000 km lebih, setara dengan 21 kali panjang pulau Jawa. Di Beijing sendiri terdapat 14 pos masuk. Pos masuk yang dekat dengan Beijing adalah Mutianyu, Jiankou, DaZhenyu, Huanghuacheng, XishuiYu, Juyong Guan. Sedangkan Yellow Cliff (HuangYaGuan), JiangJun Guan, Simatai, Jinshanling, Gubeikou, White Horse Pass (Bai Ma Guan), Beishicheng, and Fortress maupun Badaling terletak agak jauh. Untuk wisata tur lebih memilih Huanghuacheng atau XishuiYu. 


Sewaktu di sini, saya ingin mengabadikan tombok China lewat drone. Tapi, di sini drone dilarang terbang. Sempat fotografer lokal China yang memotret kita, ia menyarankan tetap terbang saja, walaupun singkat. Saya tidak punya nyali untuk terbang, karena banyak sekali kamera CCTV. Akhirnya saya putuskan untuk tidak menaikkan drone daripada ada masalah. 

Satu jam terasa singkat, tidak bisa eksplorasi tempat lebih banyak. Saya pun  tidak bisa naik ke lebih jauh ke atas di tembok Cina, lantaran banyak ibu-ibu sudah tua dan lutut kaki istri saya bermasalah. Di tempat ini ada penyewaan baju mandarin. Sangat cocok dengan suasana bangunannya. Tempat ini memang dikhususkan untuk turis. Tempat parkir-nya luas, lengkap dengan restorannya. Dilengkapi rumah rumah khas China klasik. 

Lantaran diburu satu kunjungan lagi, yaitu ke sponsor produk kesehatan. Jadi, semua rombongan sudah harus siap-siap ke bus yang akan mengantarkan ke tempat itu. Kunjungan di tempat ini  berlangsung dari 16.58-17.51. Dikumpulkan di suatu ruang dan bercerita tetang produk. Termasuk produk “kerokan” dari bahan khusus. Harganya sekitar 600 ribu rupiah. Kami hanya menikmati ice cream yang ada di toko itu, sedangkan kerajinan, kata teman tur, lebih baik beli di traditional market. Usai dari tempat ini, acara hari ini selesai. Dilanjutkan makan malam dan balik ke hotel. Malam hari kita tidak bisa kemana-mana karena hotelnya jauh dari pusat kota tapi dekat dengan bandara. Jadi, hari ini hanya mendapatkan satu sekuen foto saja di tembok China. 

Post a Comment

0 Comments