Berapa Pendapatan Pembuat Buku Dr. Yuyung Abdi


Buku Fotografi “Photography From My Eyes” ini awalnya dibuat dari pengalaman dan pengetahuan yang di dapat di lapangan. Perkembangan fotografi begitu pesat di tahun-tahun itu. Semua ingin belajar foto. Materi buku ini saya kumpulkan selama setahun dengan melihat perkembangan trend fotografi Ini berbeda dari buku saya sebelumnya, lebih banyak content foto dibanding tulisan. Buku ini memiliki banyak kelebihan. Bagaimana memotret underwater dan kendalanya, motret landscape menentukan waktu & filter, bagaimana memotret model. Buku ini banyak dipakai orang akademisi maupun praktisi. Bila orang mempelajari buku ini bagian perbagian, orang semakin memahami fotograi secara mendalam. Tidak terlalu kaku dalam menentukan aturan fotografi. Awal pembuatan buku ini, saya telah menulis ini setebal 400 halaman. Ketika saya bawa ke penerbit Elexmedia anak perusahaan Gramedia, mereka kaget. Buku ini harus dibagi tiga. Terlalu tebal. Terlalu tebal, harga jadi mahal, tidak cepat lakunya. Oalah saya baru mengerti. Padahal saya ingin membuat buku tebal juga untuk prestige. Akhirnya, saya pisahkan fotografi umum dan fotografi jurnalistik. Saya lantas menyimpan tulisan fotografi jurnalistiknya untuk diterbitkan selanjutnya.


Setelah buku ini diterbitkan Januari 2012, maka respon pembaca buku ini sangat besar. Cetakan pertama, buku ini terjual 3000 exemplar. Sehingga bulan Maret 2012, buku ini sudah dicetak lagi. Sangat fantastis. Hanya dua bulan saja sudah cetak lagi. Keuntungan dari buku ini seorang penulis buku mendapatkan royalty 10-15% tergantung kelas penulis bukunya. Saya mendapatkan 10%. Jadi harga buku Rp 114.000, maka total pendapatan Rp. 114.000 X 10% X jumlah yang terjual 3000 expl = Rp. 34.200.000. Cetakan pertama saya mendapat uang 34.2 juta rupiah. Uang ini dibayarkan diawal cetak sebesar 20%. Lantas setiap 3 bulan sekali dibayarkan selanjutnya. Dalam cetakan kedua saya mendapatkan 74,4 juta rupiah. Buku ini memang cepat laku, lantaran didukung seratus lebih toko buku Gramedia yang tersebar di seluruh Indonesia. Tentu saja, isi memang menarik. Saya sendiri bisa menjual sekitar 600 eksemplar kepada teman dan sewaktu ada acara workshop photography.
            Pertama buku ini saya mendapatkan dukungan sponsor dari Honda MPM One Heart sebesar 25 juta untuk dipublikasikan di halaman buku cover depan dalam. Saya hanya mendapatkan uang Sponsor yang dipublikasikan di halaman buku, hanya 30%. Sebenarnya rugi juga ya. Tapi, ada tambahan 10% dari uang sponsor dari penerbit buku, karena saya sebagai dari pembuat buku. Jadi totalnya 40%. Sehingga saya mendapatkan sekitar 10 juta rupiah. Ada teman Lane Studio memasang sponsor di tengah halaman Rp 10 juta, sponsor Bupati Tana Tidung dan sponsor lainnya. Uang ini untuk membayar layout, desain grafis, maupun redaksi. Sebenarnya pembuatan layout bisa diserahkan ke penerbit buku, tidak perlu dikerjakan sendiri. 


Bagaimana cara menjual bukunya? Kedekatan dengan banyak kawan, maka mudah untuk menemukan pembeli buku. Tentu saja, mereka adalah potential buyer. Buku pun dibuat sesuai dengan selera pasar. Pembeli buku photography from my eyes pertama adalah Ila Abdurrahman (Takaful) dari  Solo. Yang saya tawarkan lewat inbox facebook, Minggu 15 Januari 2012. Rekan-rekan Media dimana saya bekerja. Teman-teman sendiri ikut menjualkan buku ini dengan komisi. Pembeli berikutnya, adalah mas Agung Kris direktur Citraland group, memborong buku ini di Gramedia, ketika satu fotonya saya gunakan di buku ini. Ria British Council, untuk anaknya. Pak Singgih, pemilik school of photography beli 10 buku untuk dijual lagi diwebnya. Harga 114 dengan diskon 20%, 14 Januari 2012.

Bahari Jogja, Meison buku Jakarta, Bagus Ocean, Micheal taman safari, Bahari Jogja, Rico Blue Ocean, Ronny Baskoro,  Firman Hidayat, Justin Bali,  Miftah bali, Rino Bethany, Bambang desain produk ITS. Istri mas Bea, Elisabeth Bunka, Oding, Baktiono, Maksum, Budi foto Unitomo. Arifin BH, Anton lomba foto,  Andreas Shooting, Allan Kneffel, Agung Mahasiswa Universitas Ciputra, Athur Sabirin, Arif taufik Pamekasan, agus teman sma,  Aini Dosen Unair, Ahmad shomad harian Surya, Agus Roster foto, Anida TPS, anam dysf, Agus Sumatera Express, Azdi unair, Basri Palu. Yuse Graha Pena, Yulianto, Yuda ITS, Yokanan, Yatno Polda, Yoke, Yuda Sanjaya, Yusuf Achmad, Zainal Balikpapan, Yudi (apanya awak), Zainuri sma9, Yohan toko penyalur Apple.

Temanku dari Bandung, Galih Sedayu. Sip mas Yuyung, Saya pasti beli untuk koleksi perpustakaan. Kalau mau titip buku juga boleh di kantor. Selamat ya mas. Gals, 14 januari 2012. Jumhur anggota Polwiltabes Surabaya memborong 10 buku di Gramedia. Anugerah Petra: Mas, Yuyung thank infonya Kami akan cari di Gramedia, untuk jadi koleksi di Perpus UK petra. Sukses unt buku-2 selanjutnya. Tuhan memberkati. (13 Januarti 2012)
Teman SMP, Arif Priambodo, PT. DOK Perkapalan membeli 3 buku, untuk Erwin, Herdjuno, Arief Priambodo. Lantas dokter Choirul Anwar, Andhy photograph (ATKI Indosiar, jurusan Broadcast). Dikirim juga ke Hana photograph – hana bernike amanaty haenida – tinggal di Kediri, SMA 8 Kediri. Yohana Apriliani, SMK sejahtera, magang di BTN Unair, 

Teman saya Rizki dari Sampit membeli 6 buku, Nama-nama pembeli (1) Farid Mahliyannoor, (2)Arifin, (3) Bam’s Abe, (4) Wijaya, (5) Andri Rizky. Begitu juga Stepen Sayogo, Cak Nawi, humas PT Pos Indonesia, Ferryanto Chia, UC people. Studio adventure ambil 10 buku, dibayar Rizki. Honda MPM sendiri pesan 125 buku. 1 Februari 2012, bertemu mas Imam Sy masih bekerja di tempatnya Ko Niko, THR Axio. Dia membeli 1 buku lensa manusia, 1 buku sex for sale dan 2 buku My Eyes.

Pembeli  dari Tarakan 1. Redaksi Radar Tarakan, 2. Purwanto 3 muhammad firdaus, 4 rifat munisa, 5 Smada photography, 6 Johan, 7 Parlansyah, 8 Humas KTT,  9 Wiko Migantoro, 10 Hendra Prahasta, 11 Harry prasetyo, 12 Edy Suratman, 13 Anthon Joy, 14 Arif Rahman, 15 Abdullah Gunawan, 16 bupati undunsyah. Pembeli dari Semarang, yakni Ale Ibnu Chamid, Wahyu Klenn dan Lutfi. Acara hunting oleh Papi Amadeus di Club house  Regency 21, Surabaya. Mereka membeli buku ini adalah Hansye Budiono, (2) Irwan Pramana, (3) Deny Ulumbu, (4) Lo Judi Siswanto, (5) Mulia Saputra, (6) Djunaryo Tjokro, (7) R. Ardianto, (8) Martin Xie, (9) Johan (10) D, Thomas A Harnomo (Jack), (11) Mahesa Putera, (12) Winarko Lie, (13) Eko Hanggara, (14) Ronnie Lee, (15) Edi Gede. Beli buku kayak kacang goreng….qiqiqi. 

Di komunitas Inspira, pembelinya adalah Benyamin Wibowo, Sendrianto, Stevanus Liem, Eka Sandjaja Tjokro. Sekitar 17 buku terjual. Kata-kata yang saya sematkan pada buku itu. (1) Foto yang baik tak hanya sekedar bicara tapi membuat orang lain tergugah perasaan dan emosinya. (2) Setiap bunyi shutter adalah nafas fotografer. Dari nafas itulah karya2 besar akan lahir dari seorang fotografer. (3) otogrefer hebat itu  ketika dia membuat foto yang tak terpikirkan orang. Di acara Inpira saat acara i-talk, Pakuwon buku laku 24 eksemplar

Pembeli di J Coffee, Palangkaraya, 2 Maret 2012 adalah (1) Donny Eka putra, (2) puguh, (3) Dany, (4) Odeq, (5) J coffee, (6) boss Pandit, (7) Arif Budiman, (8) Ari polisi. Senin, 16 April 2012. Diklat two in one, Jurnalistik dan photography di gedung widyaloka. Pesertanya 210 terdiri dari pelajar, mahasiswa, dosen dan umum. Pembeli Imam Hasmudi dan Jimi Hartawan asal Blitar. Pembeli buku Hannan Tsani Putra, (pacar Hikaru), Xrisma wardana Bhakti Widodo, Husein Abbas/Aji, Cheppy Artomo Singgih 081798989, siswa SMK Al Islah, 25 November 2012

Ini adalah satu strategi yang saya lakukan menjual buku. Menjual di acara, teman-teman sejawat dan tentu saja di toko Gramedia sendiri. Namun, ketika semua sudah online, apakah jualan buku masih laku pada saat ini. Masih laku, tapi jauh berkurang. Apalagi untuk fotografi, lantaran untuk belajar teknisnya sudah ada di Youtube maupun instagram. 

Post a Comment

0 Comments