Foto-foto terpilih IFCC 2020


Foto-foto terpilih IFCC 2020
By Dr. Yuyung Abdi

Penjurian lomba fotografi sepatu lokal IFFC (Industry Footwear Creative Competition) 2020. Lomba ini sudah diselenggarakan selama beberapa tahun. Kali ini, lomba foto ini mendapat sambutan luar biasa dibanding sebelumnya. Meski masih diliputi suasana pandemic covid19, tapi diikuti 200 peserta. Jumlah foto yang masuk (submit) sekitar 400 foto lebih dan diseleksi awal panitia BPIPI, menjadi 343 foto terpilih. Lomba foto IFCC 2020 dijuri oleh
(1) Darwis Triadi,
(2) Dr. Yuyung Abdi, 
(3) Dimas Shutterland. 
Sistem penilain dilakukan online dengan cara, yakni masing-masing juri memilih 15 foto dari 343 foto. Ternyata masing-masing juri dalam memilih foto, memiliki kesamaan persepsi visual.  Kalau persepsi setiap juri berbeda, maka akan menghasilan 45 foto terpilih. Tapi pilihan juri ternyata hampir sama, sehingga dari tiga juri, terpilih 22 yang sama ketika digabungkan . Tahap seleksi selanjutnya, tidak menggunakan penjurian dengan sistem angka (kuantitatif), tapi kualitatif. Ini menghindari kesalahan persepsi esensi foto. Dari 22 foto ini dikurasi dengan memberi argumentasi kelebihan dan kekurangan masing-masing foto terpilih. Dengan cara memberi alasan terhadap foto, mengurangi persoalan salah pilih dalam lomba foto (system 1,3,5). Setelah dinilai dengan memberi alasan, maka ada 14 foto pilihan. Ternyata hasil foto para peserta, secara kualitas dan esensi jauh lebih bagus dibading tahun-tahun sebelumnya. Begitu kreatif dan menarik, membuat juri tidak mungkin memilih hanya juara 3 pemenang, sesuai dengan yang diumumkan awal di lomba foto IFCC 2020. Juri meminta panitia untuk menambah jumlah pemenang dari 3 jadi 6. Saran ini disampaikan kepada pimpinan BPIPI. Akhirnya BPIPI menyetujui dengan menambah 3 pemenang harapan. Alasan bahwa fotonya kali ini yang ikut sangat menarik dibanding lomba sebelumnya bisa diterima. Mengapa fotonya jadi kreatif, kaya ide dan bagus? Ini disebabkan sebelum pemotretan, panitia BPIPI membuka live IG, dilanjutkan webinar dengan zoom. Kemudian membuat presentasi bagaimana membuat foto kreatif tentang sepatu lokal. Tidak terpaku hanya memotret sepatu secara statis seperti di katalog maupun iklan. Ide gila justru ditunggu-tunggu dalam lomba foto kali ini. Memang dalam konteks lomba ini, didominasi karya foto produk lantaran masih pandemi covid. Sedangkan foto proses (di tempat pembuatan sepatu), sekitar 40 persen yang dilombakan. Foto-fotonya cenderung bermain komposisi, foreground dan refleksi di available light. Sedangkan pada foto produk ternyata sentuan kreatifitas dalam pictorial foto sangat fantastis.

Karya Peserta Terpilih, tahap I:
Aan Candra;
Aceng Sofian, Bandung;
Acong Beku;
AD Filmwork;
Adih Setiawan;
Adih Setiawan;
Adit Lubis;
Adri Noviar Budiman;
Agung AN;
Agus Priatna;
Akhmat Haridi;
Ali Imron, Surabaya;
Amarun Naufal;
Andega Larasati;
Andi Kurniawan, Probolinggo;
Anthony Handoko;
Anugrah Wahyu;
Arif Nur Bijaksana;
Arta Buana;
Asad Khalid Sungkar, Surakarta;
Asni Arini, Bandung;
Aszahra Aprilian Nabila, Purbalingga;
Atoth Red;
Bagaskara Lazuardi, Yogyakarta;
Bastian AS, Bandung;
Bayu Pamungkas;
Bayu Perwira Negara, Ciamis;
Bayuardi, Yogyakarta;
Budi harjo, Malang;
Cahya Pratama Windianto, Purworejo;
Cempaka Yuni Kartika, Jakarta;
Clement Winarko, DKI Jakarta;
Dewi Setyowati, Bali;
Dezmond Manullang;
Dipa Aditya Nur Rafiq;
Djuli Pamungkas, Bandung;
Dominikus Dasilva, Surabaya;
Dwi Martono, Magelang;
Dwi Nova S, Surabaya;
Eddyan sondjaja;
Edi Sutriyono;
Edo Hakim;
Elisa Nugroho, Yogyakarta;
Elisa Pangaribuan, Medan;
Elita Novriana, Surabaya;
Farid Wiluyo, Tanggerang Selatan;
Fatih Alard;
Fika Ardita, Bogor;
Fresha Kharisma;
Funs Channel;
Galih;
Garcia Budi;
Gholib, Semarang;
Giri Wijayanto, Yogyakarta;
Gunawan Wibisono Liman;
Guru Fanani Harahap;
Harry Sanjaya Putra;
Hendi Novian, Bogor;
Hendri Suhandi, Denpasar;
Hera Hendrayana, Bandung;
Heri Nugroho, Magelang;
Heriyanto Ryan;
Imam Khoirudin;
Ixsora Sidoarjo;
Jati Mahatmaji, Jakarta;
Kammil Ardhi Baskara, Semarang;
Kusdanar Danu Aji, DKI Jakarta;
Lestari Utami;
M. Joko Apriyo Putro, Malang;
M.Nasrizal, Kampar Riau;
Mawan Sidarta;
Mochammad Rudy Pratama, Mojokerto;
Muh Hilmy Thoriq YR;
Muhaiminnul Ahmad, Aceh;
Muhammad Solikin, Malang;
Muhammad Tamsil;
Muhana Syafiquddary;
Mulia Saputra, Surabaya;
Multazamil Usman Arifin, Klaten;
Nathanael Sugeng Kurniawan;
Naufal Hilmy, Gresik;
Nikoharisiswanto, Surabaya;
Nimas Widyastri;
Novaldi Herman, Padang;
Nur Chamim, Semarang;
Ozix Arif;
Pecinta Negri;
Prianto Puji A, Probolinggo;
Priyono, Surabaya;
Rachmania Azzahra S, Bekasi;
Radea Khaleda Lestanto, Malang;
Rahma;
Rahmat Adi Nugraha, Gresik;
Rea Rashdan;
Reival Akbar Rivawan, kab. Bandung;
Rendy Maulana Yusup, Bandung;
Rhezkie Putra;
Rieny Fitria Dwindyani, Ciamis;
Rif’an Zaenal Ehwan;
Rina Karlina, Jakarta Timur;
Riza Arif Nur Saputra, Purwokerto;
Riza Saputra;
Rocky Baraya, Bandung;
Roy Agustinus;
Roy maruly Simamora;
Rudi, Sidoarjo;
Rudy Kurniawan, Purbalingga;
Rudy Pratama, Mojokerto;
Sastro Pujo, Klaten;
Septian, Bandung;
Shaka Guna;
Sofah D. Aristiawan;
Sri Harjatin, Surabaya;
Tety Wijayanti;
Tri Pandito Wibowo;
Ucup Slik;
Udik Aradyanto;
Wisnu Romadhinata, semarang;
Wulan Agustin;
Yoffi S Sjachriar, Bandung;
Yohan Saputra;
Yoyok Imam Wijaya, Surabaya;
Yulius Pramudiyanto;
Yusuf Briliany;
Zenvan Ds, Malang.





















Juri Darwis Triadi, (2) Dr. Yuyung Abdi, (3) Dimas Shutterland. 

Post a Comment

1 Comments

  1. Untuk kedepannya kurator lebih teliti lagi, karena beberapa foto yang masuk 10 besar syarat belum ssuai, contoh kurangnya tagar, dan penambahan tagar lain selain yg ada di rule.
    terimakasih

    ReplyDelete