Lomba Foto Virtual Photoshot Honda PCX Dr. Yuyung Abdi


Virtual photoshoot adalah pemotret jarak jauh dengan menggunakan fasilitas video call. Foto berasal dari video yang dikonversi jadi gambar foto.
Awalnya virtual photoshot menggunakan FaceTime maupun webcam antara fotografer dengan subjek/model yang difoto. Tanpa difoto lagi menggunakan kamera. Pada aplikasi FaceTime yang disediakan apple, terdapat fasilitas FaceTime photo, sehingga begitu ditekan akan mencapture gambar model dalam video call kita. Aplikasi video call FaceTime hanya tersedia di Apple, tidak ada di android. Tapi google play store, menyediakan gooegle hangouts di android. Penggunaan FaceTime memang tidak popular di Indonesia. 


Lalu, dengan cara apa kita memotret? Hampir sama dengan metode screenshoot. Seperti yang dilakukan fotografer termana, mereka Tidak difoto dari layarnya, tapi langsung mencapture. Tidak berselang lama, virtual photoshoot ini berkembang. Beberapa fotografer menggunakan layar video call itu dengan memotret screen pada laptop dengan menggunakan kamera. Ini lah yang akhirnya booming virtual photoshoot dengan memotret layar laptop, disertai memakai asesoris berupa bunga, lampu kerlap kerlip. 
Tentu saja, momtret layar laptop dengan kamera, akan berkurang ketajaman, menimbulkan dot pixel layar pada hasilnya. Namun, pemotretan dengan kamera, bisa menambahkan unsur background, refleksi dan zoom out/in. Hasil fotonya, tampak lebih menarik, dibanding sekedar screenshot saja. Seperti nuansa foto lomografi, lantaran ada efek blur di depan subjeknya. 
Lantaran berkembang sebagai lomba foto, maka tidak menggunakan face to face video call. Tapi penyelenggara lomba menggunakan Live zoom dimana semua orang bisa bergabung di live on zoom. Peralatan yang digunakan dalam lomba foto virtual photo contest Honda PCX. Meliputi kamera DSLR, mirroless, kamera handphone, alat penunjang lainnya adalah laptop. Kualitas gambar memang ditentukan oleh Resolusi laptop, kamera dan kreatifitas menggunakan asesoris. 


Kelemahan virtual photoshoot
Kekurangan virtual photoshoot, ketika layar video yang difoto lagi menggunakan kamera, maka resolusi video tidak lebih bagus dari foto. Sehingga kehilangan detail pada hasil fotonya. Memotret layar laptop itu ibaratnya meropro foto, hasilnya masih lebih jelek dibanding dengan merepro foto yang dicetak (hard copy). Makanya hasil virtual shot biasanya diedit dengan menurunkan clarity-nya. Atau tidak dibuat tajam menghindari kemunculan pixel dotnya. Di Instagram, banyak yang mengupload 4, 6 atau foto dalam satu frame, sebagai cara menyembunyikan ketidaktajaman ini. Selanjutnya, lensa video pada zoom live cenderung wide, sehingga menghasilkan gambar agak terdirtorsi. Ini juga berpengaruh pada hasil foto. 

Cara bermain Kreatifitas dengan Virtual Photoshoot
Bagaimana pun, memotret dengan virtual tetap membutuhkan pencahayaan dan arah cahaya yang menarik. Namun, pengaturan arah cahaya berasal dari model yang divideo live kan oleh panitia. Apabila pengaturannya tidak menarik, hasil fotonya tidak menarik. Begitu juga gaya model dalam berpose, lantaran tidak fotografer mengarahkan, sehingga hanya tergantung dari panitia yang harus cermat dalam mengarahkan. Berarti cahaya dan pose model memegang peranan penting. Hanya saja, video live tidak bisa menggunakan flash (strobist) tapi menggunakan continuous light. 

Teknik kreatif yang bisa dilakukan dalam memotret virtual shot ini, adalah teknik refleksi. Kita bisa membawa kaca gelap, cermin atau hp yang diletakkan paa monitor laptop. Model yang mucul di layar video call diberi cermin ini akan jadi refleksi. Kedua, menggunakan teknik zoom out/in. Teknik menggunakan kecepatan rendah sekitar 1/8, dengan lensa vario (misalnya 18-55m dll), digerakkan menjauh atau mendekat, sehingga foto tampil zoom out/in. Ketiga menggunakan bingkai framing atau foreground. Artinya menambahkan assesoris apa pun, dapat berupa botol plastic yang dilobangi, lampu kerlap-kerlip, CD room, ayaman. Hasilnya menambah tampilan estetik foto. 

Teknik editing pasca pemotretan, bisa dilakukan dengan permainan warna tone, saturasi dikurangi, lalu ditambah warga. Hingga menimbulkan kesan vintage, epic dll. Ada yang menampilkan teknik foto kayak lomografi. Secara kualitas virtual photo memang tidak begitu bagus, maka clarity nya diturunkan hingga menghilangkan artefak bintik bintik. Sebaiknya tidak menggunakan layar TV, karena bisa terjadi layar bergaris. Menggunakan editing snapsheet, lighroom, camera raw. 

Dalam lomba foto ini bisa menggunakan dua cara, yaitu
1. model take by video HP/laptop secara live - capture screenshot by HP/laptop - editing
2. model take by video HP/laptop secara live – live screen pada HP/laptop – take by camera – add assesories - editing

Pengumuman Pemenang Lomba Foto Virtual Photoshot Honda PCX








Post a Comment

0 Comments