Menghujam ke Tanah Menjulang ke Langit



Goresan Dari Penulis

            Sekaranglah waktu yang tepat mempercepat laju pembangunan Kabupaten Lamongan. Tentu, dengan cara membawa sumber energi yang terbentang di depan mata. Wewujudkan cita-cita bersama.

            Yuhronur Efendi, putra daerah yang berasal dari desa Karanggeneng, Lamongan sungguh memberi banyak pelajaran hidup dan sumber inspirasi. Ia menganut filosifi pohon. Menghujam ke tanah dan menjulang ke langit. Di kalangan bawah ia begitu merakyat, di atas ia meraih banyak prestasi. Sosok rendah hati,  tidak membedakan kelas sosial dalam bergaul. Kalimat selalu ia pegang, rendahkan lah dirimu serendah rendahnya, hingga tidak bisa direndahkan lagi.

            Selama ini keberhasilan Yuhronur, tidak lepas dari peran orang tua dalam doa tahajudnya setiap malam.Setiap hari lahir anaknya (weton) sang ibu pasti puasa. Ini jadi alasan, mengapa anak-anaknya -termasuk Yuhronur, tumbuh menjadi pribadi unggul, berprestasi dan tawadhuk. 

            Amalan kebaikan itu turun kepada sosok Yuhronur. Pribadi Yuhronur tumbuh dengan sifat kharismatik, yakni puasa sunah hari Senin dan Kamis, tahajud dan sedekah. Yuhronur punya sawah yang luas. Setiap kali panen. Semua hasil panennya pun tak pernah dijual. Semua disedekahkan kepada orang-orang yang tak mampu. Ia pun senang menyekolahkan anak dari orang tua tak mampu, anak yatim dan hafid quran, hingga sarjana dan pasca sarjana. Yuhronur menanggung seluruh biaya pendidikan itu. 

            Sejak sekolah dasar, Yuhronur selalu merah juara 1. Dari kelas 1 hingga kelas 6. Bagitu juga waktu SMP. Ia begitu mencintai dunia tulis menulis. Karier sebagai Pegawai Negeri Sipil dimulai sebagai ajudan Bupati, 1986. Pada tahun 1999, Yurohnur menjabat Kasubag Verifikasi BKBD Lamongan. Di tahun 2004, Yuhronur menjabat Kepala Bidang Anggaran Kabupaten Lamongan. Pada saat menjadi Direktur Umum BPR Bank Daerah Lamongan, Yuhronur melahirkan banyak karya inovasi. Pada tahun 2006 untuk pertama kalinya,  BPR Lamongan sudah mempunyai mesinAnjungan Tunai Mandiri (ATM). 

            Atas prestasinya itu, Yuhronur diundang ke Jakarta untuk mendapatkan Best CEO dari Info Bank. Yuhronur mendapat Satya Lencana Karya, tiga kali berturut-turut dan juga penghargaan ASN Teladan Nasional. Pada tahun 2011, ia mendapat amanah menjabat Sekretaris Kabupaten Lamongan (2011-2020). Merupakan Sekretaris Kabupaten terlama. Tentu karena prestasinya sangat bagus. 

            Di tengah kesibukannya, ia tidak meninggalkan kecintaan terhadap sepak bola. Tahun 2003 menjadi Pembantu Umum Perserikatan Sepakbola Lamongan (Persela). Pada tahun 2008, Yuhronur duduk sebagai Ketua Tim Rekruitmen Pemain, sekaligus Bendahara Persela. Tahun 2010-2015, Yuhronur menjadi asisten manajer Persela. Selanjutnya, menjadi CEO (Chief Executive Officer) Persela 2016-hingga sekarang. 

            Yuhronur memperoleh kesempatan menempuh jenjang pendidikan S1 sebanyak dua kali. Ketika jenjang S2 juga ditempuh sebanyak dua kali, hingga melanjutkan S3. Desertasinya tentang Germerlap (Gerakan Membangun Ekonomi Rakyat Lamongan Berbasis Perdesaan). Ketika Bupati Fadeli menginginkan bagaimana membangun desa di Lamongan, maka ia menciptakan program mengangkat potensi kelompok hingga lahirlah produk unggulan desa. Program Gemerlap akhirnya mendapatkan apresiasi dari Jawa Post Institute of Pro Otonomi (JPIP), 2012 dan tahun 2013 mendapatkan penghargaan Innovative Government Award 2013 dari Kementerian Dalam Negeri. 

            Sumbangsih Yuhronur sangat berarti dalam membangun Kabupaten Lamongan. Melihat sosok fenemonal ini, sebagian masyarakat menaruh harapan Yuhronur bisa memimpin Lamongan. Kyai berpengaruh, Dr. KH. Abdul Ghofur pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, menjatuhkan pilihan kepada Yuhronur Rouf.  Kyai yang memiliki 16.000 santri ini memberi restu kepada Yuhronur mengemban amanah sebagai Bupati Lamongan periode 2020-2025.

            Restu juga diberikan oleh para kyai sepuh Lamongan. Para kyai dan masyarakat menginginkan Lamongan dipimpin oleh orang yang tepat dan baik. Kepemimpinan terbaik merupakan modal untuk mengelola pemerintahan yang lebih baik dan bijaksana. Mewujudkan cita-cita bersama untuk kesejahteraan warga di Kabupaten Lamongan. Yuhronur membuat program kesejahteran,sangat terukur dan tepat sasaran. Ia tak membuat program yang muluk-muluk dan tidak masuk akal. Ini karena, latar belakang kemampuan birokrasi dan analisis ekonominya sangat matang. Ide brilliant nya, menjadi modal mengelolah pemerintahan jauh lebih baik

            Sekarang saat yang tepat menentukan pilihan kepada sosok yang tidak membawa kepentingan kelompok. 

Buku ini berkisah tentang perjalan hidup Yuhronur…

 




**

            Pemahaman attitude ini sangat penting bagi seorang pemimpin. Sebab attitude sangat mempengaruhi terhadap penentuan sikap. Sudah selayaknya meninggalkan gaya kepemimpinan ‘priyayi’ maupun ‘otoriter’. Priyayi, menjaga jarak dengan bawahan agar tetap dihormati. Sanjungan dan penghormatan sebagai kebutuhan seorang pemimpin. Ada anggapan, orang setingkat pimpinan itu kenalnya harus setingkat pimpinan. Menganggap orang bawah, tidak se-level.

            Faktor inilah yang menghalangi untuk mendengar suara warga. Menjaga jarak itu membuat, pemimpin tak punya gairah turun ke bawah mengunjungi warganya. Tidak memperhatikan kebutuhan warga dan kesulitan yang dihadapi warga. Yang dilakukan masih sebatas mendatangi acara- acara seremonial. Kegiatan sosial pun dibungkus dengan acara seremonial, sehingga tak menyentuh esensi dengan warganya.

            Sosok Yuhronur tak pernah Marah.“Saya sering dikritik karena gak pernah marah. Padahal yang sebenarnya saya menggunakan falsafah Jawa, Semu Bupati, Esem Mantri, Dhupak Kuli. Soalnya saya juga gak seneng kalau dimarahi” jerlas Yuhronur.Artinya, sebagai pimpinan, kita tidak harus marah. Karyawan yang memiliki jabatan tinggi dan mempunyai intelektual tinggi, tidak perlu harus marah. Cukup dengan isyarat. Jadi cara memarahi itu sesuai kelasnya. Kalau posisinya mantri, cukup ‘Esem Mantri’: cukup diingatkan dengan senyuman. Mereka akan paham kalau diperingatkan. Sedangkan untuk karyawan di bawah kita. ‘Dhupak Kuli’: dijelaskan secara gamblang. Yang penting tujuan bisa tercapai dan itu kan ada caranya.

            Salah satu filosofi yang dianut Yuhronur adalah ‘pohon.’ Pohon menghu- jamkan ke tanah. Betapa dekatnya ia dengan masyarakat kelas bawah. Dari masyarakat kelas bawah lah ia didukung tanpa pamrih. Kedekatannya dengan warga, sebagai kedekatan sewajarnya. Keakraban tidak dibuat-buat.

            Bila Yuhronur minum kopi di pinggir jalan, maka terlihat sangat akrab dengan pedagang dan orang disekitarnya. Bukan dibuat-buat, atau sebagai kedekatan artifisial yang dilakukan pencitraan, namun realitas bahwa orang-orang memang dekat dengan sosok YES. Di setiap kesempatan, YES datang ke warung, maka semua orang tertuju ke sosok Nur, banyak yang menyalami dan berebut foto bersama.

            Dalam prestasi, Yuhronur selalu menjulang ke langit, ranting serta daun- nya menjulang ke langit dan bertalian membentuk pola unik.

            Menjulang ke langit dibingkai dari kemampuan, keahlian, kapabilitas, kompetensi dan ketangguhan Yuhronur dalam menampaki kehidupan. Tak pernah berhenti belajar dan berjuang. Tatkala kita punya bekal keahlian dan kemampuan, maka kita akan selalu dibutuhkan orang. Bila kita punya kelebihan, kita akan disegani orang. Di situ lah prestasi lahir. Dari situ lah kesuksesan itu, diakui dengan berbagai penghargaan.

            Menghujam ke tanah dan menjulang ke langit pada hakikatnya selalu berkaitan dengan filosofi Sunan Drajat. Dalam keadaan berkecukupan, penuh rejeki, seseorang tidak boleh melupakan Allah sebagai pencipta- Nya. Melalui sholat, maka pencapaian kemuliaan lahir dan batin itu se- bagai hakikat sebenarnya. Dalam perjuangan meraih cita-cita setinggi la- ngit, hendak lah tetap memperhitungkan dan mempersiapkan terhadap halangan dan rintangan. Menekan gejolak nafsu duniawi, materialistis, dan hedonis. Diam dalam keheningan dan dalam keheningan mencapai jalan kebebasan mulia. Selalu menyenangkan orang lain. Memberi makan orang lapar, memberi pakaian pada orang yang membutuhkan memberi tongkat pada orang buta, memberi tempat berteduh bagi orang yang kehujanan. Itu lah makna hidup sebenarnya.

 

Dr. Yuyung Abdi, S.Si., M.Med.Kom

Dosen pasca Sarjana, fotografer professional dan penulis buku

 

Judul Buku: 

Dr. H. Yuhronur Efendi

Menghujam ke Tanah,

Menjulang ke Langit.

Karya:

Dr. H. Yuyung Abdi

Spesifikasi

Hard Cover

202 Halaman berwarna

Kertas matt paper 90 gram

Ukuran 16 x 22,5

ISBN

Post a Comment

0 Comments