Pengumuman Pemenang Lomba foto Exotica Bee Jay 2020

Sabtu-Minggu 28-29 November 2020

BJBR, Probolinggo

 

 

Selalu ada penambahan fasilitas baru di BJBR. Hingga peserta lomba foto setiap tahun datang kemari, tak pernah bosan datang. Mengidentifikasi ekowisata  BJBR memang tidak cukup sehari. Peserta lomba foto ini terkonsentrasi lokasi baru. Padahal semua foto tetap memiliki kesempatan sama. Tergantung keputusan peserta untuk memilih spot terbaik. Untuk menentukan sudut pengambilan waktu terbaik, sangat terbatas. Saat fajar hingga pagi dan saat matahari tenggelam. Namun, kesulitan pemotretan terjadi, saat golden hour maupun blue hour, tidak selalu air dalam keadaan pasang di BJBR. Ini yang jadi problem.

 

Lomba foto tahun lalu, 2019, hanya fokus genre foto arsitektur, satwa, human interest, landscape. Tahun 2020 ini,  ditambah model, namun ditiadakan human interest. Tentu saja, kehadiran model ini, kehadiran model memberi sentuhan dan nuansa lain dalam lomba ini. Yang jelas membagi konsentrasi peserta. Apakah tetap lebih terfokus pada model (tanpa memberi ruang tempat wisata ataukah memberi proporsi yang seimbang? Secara seluruhan, pemotretan model dengan motor honda PXC maupun model dengan alam saat menjelang senja, membuat pemotretan lain, seperti arsitektur, landscape pasa saat senja terabaikan.

 

Lomba foto diikuti 89 peserta, yang daftar 120 peserta. Dalam penjurian, ada tahap penjurian. Semuanya bisa dilihat peserta. Peserta bisa memberi keberatan atau sanggahan apabila fotonya tidak terpiliha. Juri akan memberi penjelasan kenapa tidak terpilih. Kegagalan beberapa fotografer adalah memasukkan unsur dan elemen fotografis yang tidak penting. Atau terdapat ruang kosong yang tidak memiliki nilai estetik maupun informasi. 

Sedangkan dalam foto konseptual (by design), talentnya terlalu kaku. 

 

Hanya beberapa peserta menggunaan mobile light ataupun bermain strobist. Karakter warna dan dimensinya muncul, jauh lebih bagus. Tapi terkalahkan dengan efek teknis. Beberapa sudut pengambilan high angle dan low angle, lebih banyak didominasi foto high angle, yang menang. Beberapa pengambilan foto satwa, “pecah” (resolusi rendah), terlalu dicropping, lantaran menggunakan lensa hanya 200 mm. Pemenag utama adalah foto di mushola pinggir laut BJBR. Menariknya saat jamaah sholat magrib, dibidik dengan lensa panjang sehingga tampak mushola, langit biru dan orang yang sedang sholat. Foto ini memiliki makna dalam. Artinya, pertama. Pemilik membangun mushola ada manfaatnya. “Mushola yang saya bangun bukan pajangan. Sebab saya kerjakan banugnan apapun di BJBR selalu dengan hati,” ungkap Benyamin Mangitung. Kedua, pesan yang dibawah foto itu menjelaskan berwisata tanpa melupakan beribadah. Ketiga, Mushola di BJBR, diberi tempat terhormat. Tidak diletakkan di tempat parkir ataupunt tempat sempit dipojok. Foto ini mendapat apresiasi dari Pemilik BJBR, sekaligus dari Juri. Sebenarnya juara 2 katergori BeeJay Resort jadi juara utama, tapi karena kesepakatan, penggunaan drone tidak boleh juara 1, bila tidak ada yang bagus, foto Jemaah sholat di mushola jadi pemenang 1, foto drone juara ke-2.  

 

Pemenang lomba foto Exotica BeeJay 2020, 28-29 November 2020

 

Pemenang Kategori Bee Jay Bakau Resort:

Juara 1 Bagus Putu Anom Bali

Juara 2 Ari Biana Ngawi

Juara 3 Ratnus Wantoro Jombang

Nominasi 1 Lilik Fauziah Mojokerto

Nominasi 2 Wahyu Budiyanto Bojonegoro

Nominasi 3 Luqman Ngawi

Nominasi 4 Maman Jember

Nominasi 5 Priyono Surabaya

 


Juara 1

Juara 2

Juara 3






Pemenang Kategori Bee Jay Seafood

Juara 1 Ari Biana Ngawi

Juara 2 Yusuf Abid Probolinggo

Juara 3 Bagus Putu Anom Bali 

Nominasi 1 Jaffar Shodiq Probolinggo

Nominasi 2 Eddyan Sanjaya Surabaya

Nominasi 3 M. Arifin Surabaya

Nominasi 4 Aldo Ilfynaldi Surabaya

Nominasi 5 Maman Jember

Juara 1
Juara 2
Juara 3

Post a Comment

0 Comments